Keluhan jok motor yang paling umum adalah dudukan terasa keras, panas, dan membuat pegal setelah berkendara cukup lama. Sebelum memutuskan mengganti busa, ada baiknya mengenali pilihan yang tersedia beserta karakter masing-masing.
Busa standar bawaan pabrik
Sebagian besar motor keluar dari pabrik dengan busa poliuretan yang cenderung keras dan kaku. Busa ini menyerap air. Bila kulit jok sobek, air hujan masuk dan busa menjadi lembap, berbau, lalu getas dan rontok. Meski begitu, busa pabrik yang masih utuh tetap berguna sebagai rangka bentuk jok ketika dilapis bahan lain.
Perlu diwaspadai pula busa tiruan. Permukaannya terasa kasar seperti styrofoam saat diraba, kurang empuk, dan cepat menipis.
Busa latex
Latex dibuat dari campuran getah karet. Teksturnya padat tetapi kenyal, dan menurut keterangan bengkel tidak menyerap air seperti busa standar. Latex biasanya dipasang satu atau dua lapis di atas busa pabrik yang sudah dipapras sebagai rangka. Hasilnya, jok terasa lebih empuk dan lebih adem.
Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Latex sulit dibentuk sehingga jarang dipakai penuh. Tinggi jok bisa bertambah, tergantung jumlah lapisan dan seberapa banyak busa pabrik dipapras. Karena bentuk jok berubah, kulit lama umumnya ikut diganti. Latex juga dapat menyusut bila terlalu lama terkena matahari langsung.
Lapisan gel
Gel dipasang sebagai lapisan tipis di atas busa untuk membantu melepas panas dan meredam tekanan saat berkendara jauh. Dibanding latex, gel terasa lebih keras tetapi lebih baik membuang panas. Pilihan ini umumnya dipakai untuk motor touring dan biayanya lebih tinggi.
Bagaimana dengan kode D23 atau D25?
Kode D menunjukkan kepadatan busa dan lazim dipakai untuk kasur serta sofa. Kepadatan berbeda dengan kekerasan, dan warna busa bukan penanda mutu. Untuk jok motor, pembahasan di bengkel biasanya berkisar pada busa standar, latex, atau gel.
Jok keras tidak selalu karena busa
Kulit pelapis yang kaku juga membuat jok terasa keras. Kulit yang lentur dan tidak ditarik terlalu kencang membantu busa bekerja dengan baik. Karena itu, penggantian busa sering dibarengi pemilihan kulit yang lebih elastis.
Langkah sebelum memutuskan
- Periksa kondisi busa lama: masih kenyal, atau sudah lembap, berbau, dan menipis.
- Pastikan tidak ada sobekan pada kulit. Menambal dengan lakban tidak mencegah air merembes ke busa.
- Sampaikan keluhan secara spesifik, misalnya keras di bagian depan atau panas setelah lama dipakai.
- Tanyakan perkiraan tinggi jok setelah busa ditambah, terutama bila kaki pengendara tidak menapak penuh.
Di workshop, pekerjaan tambah daging busa dan ganti busa dikerjakan setelah kondisi jok diperiksa. Foto jok dan penjelasan keluhan dapat dikirim lebih dulu agar pilihan busa bisa dibahas sebelum jok dibongkar.